Second day of my Kansai trip started by culinary trip to dotonbori (again). Our first main destination is Kanidoraku restaurant located just next to the famous glico man banner. This restaurant offers fresh crab with various ways of cooking. Since this restaurant is so famous and full packed we hace to take a coupon for 1pm schedule. We strolling around dotonbori and took a picture with the glico man while waiting for 1 hour (last night trial was failed, too much people aroung it).

Hari kedua kansai trip saya dibuka dengan wisata kuliner ke dotonbori (lagi).  Tujuan utama kami adalah restoran Kani doraku yang berada tepat di seberang banner glico man. Restoran ini menyajikan kepiting dengan berbagai cara memasak. Saking ramainya restoran ini ketika kami sampai kami harus mengambil kupon untuk masuk jam 1 siang. Sambil menunggu 1 jam kami berkeliling melihat toko-toko dan berfoto di depan glico man (upaya semalam gagal karena terlalu ramai).

 

Kanidoraku restaurant is Japanese style restaurant where all the waitresses wear a kimono. I always seeing a lady in a kimono, classy. To be abble to taste all varian we ordered the benten full set menu (6,000 JPY). That will give you a crab cawan mushi (japanese steamed egg), crab sashimi, boiled sashimi, grilled crab, and crab miso (a paste made from crab). All the ingredients were fresh and tasty. But the real MVP of this restaurant is the crab miso, you really have to try it! But to be honest if you looking for the best crab I will recommend you to go to Tohoku area or Sapporo. But if you looking for something in the main tourist area, Kanidoraku is a good recommendation.

Restoran Kani Doraku memiliki gaya jepang dan seluruh pelayannya menggunakan kimono. Entah kenapa saya suka banget ngelihat ibu-ibu pakai kimono, anggun. Demi mencoba semua varian, kami memesan benten full set (6,000 JPY) yang berisi kepiting sashimi, kepiting rebus, kepiting bakar, dan miso kepiting (kani miso). Kepitingnya segar dan manis, nggak heran restoran ini terkenal. Tapi dari semua varian yang paling enak adalah kani miso, enaknya nggak kebangetan. Tapi jujur kalau sengaja mau cari kepiting, lebih enak kepiting di daerah tohoku atau sapporo karena notabene mereka adalah daerah penghasil seafood di Jepang. Tapi berhubung restoran ini berada di daerah turis, cukup direkomendasikan untuk mlipir makan siang kalau jalan-jalan di Osaka 😀

imgp6970

 

After kanidoraku we try another Japan famous dishes: Rikuro’s cheesecake or the jiggly-wiggly-japanese cheese cake (900 JPY). The cake looks so cute dancing when you moving it. It taste quite good, not too sweet. I will recommend you to eat it while its warm. You can eat inside the restaurant, quite tight inside but still okay for me.

Berikutnya kami mencoba makanan terkenal lainnya: Rikuro’s cheese cake atau yang terkenal sebagai jiggly-wiggly-japanese cheese cake (900 JPY). Kuenya lucu banget memang tampilannya, joget-joget kalau digoyangin. Rasanya juga cukup enak, nggak terlalu manis. Menurut saya kue ini enaknya kalau dimakan hangat-hangat jadi mendingan langsung makan di dalam restoran.

img_1619

 

After eating until we burst, we go to Nara. Nara (奈良市 Nara-shi) is the capital of Nara prefecture di Kanto area.It is quite easy toreach Nara city, using Nara-kintetsu line rapid train it will took about 45 minutes from Osaka. On the 6th century Nara used to be the capital of Japanese empire. The power of Temples in Nara emerges as a threat to the Taira Clan. Then the Todai-ji temple and Kokufu-ji temple burned down. On 1567, Todai-ji temple burned down for the second times on the Sengoku era war. Until now they will lit the Nara highlands to commemorate that time.

Setelah kekenyangan icip-icip makanan di daerah dotonbori kami langsung menuju Nara. Nara (奈良市 Nara-shi) merupakan ibu kota dari prefektur Nara di daerah Kanto. Tidak sulit mencapai Nara dari Osaka, menggunakan jalur Nara-kintensu hanya memerlukan waktu 45 menit dengan rapid train. Dulunya, sekitar abad ke-6 Nara merupakan pusat kerajaan Jepang. Kekuasaan kuil di Nara berkembang pesat hingga menimbulkan perselisihan dengan Klan Taira yang berkuasa. Akibat perselisihan itu, kuil Todai-ji dan Kokufu-ji dibakar. Pada tahun 1567 Todai-ji kembali dibakar saat perebutan kekuasaan era Sengoku. Hingga kini, setiap tahunnya daerah pegunungan Nara dibakar untuk memperingati perebutan kekuasaan tersebut.


Since it was the oldest capital of Japanese empite (before moved to Kyoto then Tokyo), Nara has the most UNESCO national heritage compared to the other prefecture in Japan. Unfortunately because of lack of information (I do not looked up into it before) and time, we only got to see the Nara park and Todai-ji temple. Nara park famous for the freely roam deers. You could buy a deer biscuit for 150 JPY and feed the deer by hand. But be careful if you bring your food, they will chase it. It happens to our rikuro’s cheese cake 😂. With the total area 502 hectares Nara park has more than 1,300 deers and the area including Todai-ji, Kokufu-ji, and Kasuga shrine. You could find lots of food stalls in Nara park. I tried Stawberry daifuku (filled mochi) and it taste so good.

Karena merupakan pusat kerajaan tertua (sebelum dipindahkan ke Kyoto dan kemudian Tokyo) Nara memiliki peninggalan kebudayaan diakui UNESCO yang terbanyak di bandingkan prefektur lainnya. Sayangnya karena keterbatasan informasi (saya kurang mencari tahu sebelumnya) dan juga waktu, kami hanya sempat ke Nara Park dan kuil Todai-ji. Nara park terkenal dengan rusa-rusa yang bebas berkeliaran. Dengan 150 JPy anda dapat membeli biskuit makanan dan memberi makan rusa dari dekat. Namun berhati-hatilah jika anda membawa makanan yang memiliki aroma kuat, bisa-bisa mereka anda mengejar (kantung makanan) anda. Kami mengalaminya dengan rikuro’s cheese cake kami 😂. Dengan total luas 502 hektar Nara park memiliki sekitar 1,300 rusa dan mencakup Todai-ji, Kokufu-ji, dan kuil Kasuga. Anda dapat menemukan berbagai jajanan di sekitar nara Park, saya mencoba daifuku stoberi di sana.

 

After strolling around Nara park we go to Kyoto using Nara-kintetsu line. Kyoto welcomed us with the city landmark: Kyoto tower. We were so tired so we only eat dinner at izakaya (Japan style bar) nearby. My travel buddy staying at a ryokan (Japanese traditional hotel) while I try the capsule hotel. You could find Capsule hotel everywhere in Japan. I am intrigued to try it but never dare because I have a claustrophobic. But well in the end I really try it. It was quite spacious for 1 person, fully equiped (it even have a TV on my room and also japanese onsen), and for accomodation in the downtown area it is very cheap.

Setelah berkeliling Nara park kamipun langsung menuju Kyoto menggunakan kereta jalur Nara-kintetsu. Sesampai di Kyoto kami disambut landmark kota, Kyoto tower dan juga pertunjukan Aqua Fantasy. Karena sudah lelah, setelah makan malam di izakaya dekat stasiun kami langsung menuju hotel. Kedua teman perjalanan saya menginap di ryokan (hotel bergaya tradisional jepang) namun saya tertarik mencoba kapsul hotel. Di Jepang anda dapat menemukan kapsul hotel hampir di tiap kota. Berhubung saya agak claustrophobic saya nggak pernah berani menyewa kapsul hotel, tapi karena penasaran banget sayapun nekat mencobanya. Tapi ternyata ‘kapsul’ kamar saya cukup lega dan untuk lokasi di tengah kota harganya juga sangat ekonomis 😉

img_1093

 

 

DAY 2 ITENERARY (find the official website links below)

  • Kani Doraku restaurant ( benten full set 6000JPY)
  • Rikuro’s cheese cake (900JPY)
  • Nara Park (transportation Nara-kintetsu line  560 JPY, deer biscuit 150 JPY)
  • Kyoto (transportation Nara-kintetsu line 620 JPY, capsule hotel 3700 JPY)

 

 

Advertisements