This time i am planning a 3 days backpack trip to visit 4 cities in Kansai area: Kobe, Osaka, Nara, and Kyoto.  Kansai (関西地方) or sometimes called Kinki (近畿地方) area located on southern-central of Honsu island, Japan. From Sendai I will go about 880 Km to reach kobe, my first destination.

Kali ini saya berencana backpack trip 3 hari untuk mengunjungi 4 kota di area Kansai: Kobe, Osaka, Nara, dan Kyoto. Kansai (関西地方) area atau sering disebut juga Kinki (近畿地方) area terletak sedkit selatan dari pulau Honsu, Jepang. Dari sendai saya perlu menempuh jarak sekitar 880 Km untuk mencapai Kobe, kota tujuan pertama saya.

kobe

Image from google maps

Since it is supposed to a budget backpack trip, I used the cheapest transportation mode in Japan: night bus. Usually I used willer bus service but since they do not have direct route Sendai-Osaka I used jam Jam Liner service this time. The bus will took off from sendai at 8 pm and will be arrived at kobe at 10 am the next day. BUT I CAME 1 MINUTE LATE TO THE BUS STOP and the bus gone right in front of my eyes. Lesson learned: do not ever be late in Japan. The only option I have was shinkansen. So I took shinkansen from Sendai to Tokyo and will continue the journey Tokyo-Kobe using the first shinkansen the next morning. The shinkansen ticket was so damn expensive! 23,000 jpy for Sendai-Tokyo-Kobe trip

Berhubung ini rencananya ini adalah perjalanan backpack hemat, saya menggunakan mode transportasi antar-kota paling murah di Jepang: bus malam. Biasanya saya menggunakan jas willer bus namun sayangnya mereka tidak melayani rute langsung Sendai-Osaka. Kali ini saya menggunakan jasa bus jam jam liner, dijadwalkan berangkat jam 8 malam dan sampai di kobe jam 10 pagi. Namun apa daya, saya datang ke terminal 20.01 dan melihat bus melaju di depan saya. Pelajaran paling penting di jepang: jangan pernah terlambat! Demi mengejar jadwal, satu-satunya pilihan saya adalah shinkansen, dari sendai saya akan naik tohoku line shinkansen menuju tokyo dilanjutkan dengan shinkansen pertama dari Tokyo menuju Kobe keesokan harinya. Dan ya Tuhan…. ini harga tiketnya mahal banget! 23,000 JPY untuk tiket shinkansen Sendai-Tokyo-Kobe

 

I am arrived at shin-kobe station 8:30 am. The first thing I looking for was the tourist information center. I buy 1 day pass Kobe loople bus ticket (660 JPY) and also ask for the discount ticket the have. My frist destination is Ikuta Shrine in Sannomiya, I took the loople bus from the bus stop right in front of shin-kobe station.

Jam 8:30 saya sampai di stasiun shin-kobe. Tempat yang pertama kali saya datangi adalah tourist information center, saya membeli tiket 1 day pass Kobe loople bus (660 JPY) dan tidak lupa meminta berbagai kupon diskonan. Tujuan wisata pertama saya adalah ikuta shrine di sannomiya, untuk menuju ke sana saya dapat menggunakan loople bus dari depan stasiun shin-kobe.

 

Ikuta shrine (生田神社, ikuta-jinja) is a Shinto shrine and one of the oldest shrine in Japan (build 1800 years ago). The word ‘ikuta’ itself means ‘the place filled with vibrant energy’. Like another Jinja in Japan, this shine dominated by red color. This shrine has lots of red torii gate complete with the kitsune or fox statue. When we came, there were a festival of coming of age days for kids 3,5, and 7 years old (shichi-go-san 七五三). So we got to see lots of cute kids wearing a kimono.

Ikuta shrine (生田神社, ikuta-jinja) adalah kuil agama shinto dan merupakan salah satu kuil tertua di Jepang (dibangun sekitar 1800 tahun yang lalu). Kata ‘Ikuta’ sendiri memiliki arti ‘tempat yang dipenuhi energi kehidupan’. Seperti jinja pada umumnya, ikuta shrine didominasi warna merah. Kuil ini memiliki torii merah berjejer dilengkapi dengan patung rubah atau kitsune. Saat kami datang sedang ada perayaan untuk anak berusia 3 , 5, dan 7 tahun (shichi-go-san 七五三) sehingga kami menjumpai banyak anak kecil menggemaskan mengenakan kimono.


 img_1497

 

 

The next stop is to try the famous kobe beef. Not far from ikuta shrine we could reach sannomiya shopping district, we decided to have lunch at Yazawa Kobe Beef restaurant. This restaurant has some awards for the excellent beef they have. We try 2 different beef: the 1st class (8000 JPY) and the 2nd class beef (5000 JPY). And now I understand how kobe beef could be so famous, it is so tender, juicy, and melt inside your mouth. You have to try it yourself!

Tujuan berikutnya adalah untuk mencicipi daging kobe yang terkenal kelezatannya. Tidak jauh dari ikuta shrine, di wilayah perbelanjaan sannomiya kami menuju restoran Yazawa kobe beef. Restoran ini memiliki berbagai penghargaan untuk kualitas daging terbaiknya. Kamipun mencoba 2 jenis daging berbeda: 1st class (8000 JPY) dan 2nd class beef (5000 JPY). Dan saya pun mengerti mengapa daging kobe bisa sangat terkenal… Benar-benar sesuatu yang harus anda coba ketika mengunjungi kobe!

img_1524

After pampering our tasting buds with kobe beef, we go to Nunobiki herbs garden ropeway. I took lopple bus from sannomiya station to Nunobiki ropeway station. The ropeways cost 1,400 JPY for round trip or 700 JPY for 1 way trip. But using the discount ticket I got from tourist information center I got 20% discount. The ropeway will took you to 397m heights on 10 minutes trip. From the window you can spot the beautiful autumn foliag, flower garden, Nunobiki waterfalls, and also Kobe city. The last station is Nunobiki herbs garden where you can see the aroma theraphy making process or just enjoying the scenic view

Setelah puas dengan daging kobe, kami menuju Nunobiki herbs garden ropeway. Saya menggunakan loople bus dari sannomiya menuju stasiun Nunobiki ropeway. Nunobiki ropeway seharga 1400 JPYround-trip/700 JPY sekali jalan (jangan lupa gunakan tiket diskon dari tourist information center untuk mendapatkan diskon 20%). Ropeway ini akan membawa anda ke ketinggian 397 meter dengan waktu tempuh 10 menit. Dari kereta gantung ada dapat menikmati pemandangan warna musim gugur, taman bunga, air terjun nunobiki, dan juga kota kobe. Di stasiun paling atas ada Nunobiki herbs garden dimana anda bisa melihat proses membuat aroma terapi dan atau sekedar bersantai menikmati pemandangan

img_1539

 

 

My last destination in Kobe is to see the landmar of Kobe: Kobe Tower. Again, I took loople city bus to kobe port station. You can go up to the observation deck of kobe tower with admission fee 600 JPY (108 m heights). But we already pleased by the view from the ropeway so we just walk around kobe port deck.

Tujuan terakhir di kota kobe adalah kobe port untuk melihat landmark kota kobe: kobe tower. Saya kembali menggunakan loople bus menuju stasiun kobe port. Anda dapat naik ke lantai observasi kobe tower (ketinggian 108 m) dengan biaya 600 JPY. Namun karena kami sudah cukup puas dengan pemandangan dari ropeway kami hanya berjalan jalan di sekitar jembatan kobe port.

 

 


Today last destination is Osaka Dotonbori. We took JR kintetsu-nara from Sannomiya station to Osaka-Namba Station (410 JPY). Dotonbori (道頓堀) is one of the most famous tourist destination in Osaka especially for those who love gastronomic tourism. Landmark of thisarea is nipponbashi bridge and the I-don’t-understand-why-is-this-so-famous-banner: Glico man. For those who want to try Japan street food in Osaka you have to came here. Do not forget to try Osaka-style takoyaki and okonomiyaki.

Setelah dari kobe port tujuan terakhir hari ini adalah Osaka dotonbori. Kami kembali ke stasiun sannomiya untuk naik JR kintetsu-nara line menuju stasiun osaka-namba (410 JPY). Dotonbori (道頓堀) merupakan salah satu destinasi utama turis terutama bagi pecinta kuliner. Landmark dari wilayah ini adalah jembatan nipponbashi yang berada di atas kanal dan banner yang saya nggak tahu kenapa bisa terkenal: glico man. Bagi yang ingin mencoba jajanan street food lokal pasti bahagia ke sini. Jangan lupa mencoba takoyaki dan okonomiyaki osaka style.


DAY 1 ITENERARY (find the official website links below)

 

Kindly check and subscribe my travel vlog below 😀

Advertisements