Nami Island is a half-moon shaped island located in the midst of Bukhangang river. The island developed due to construction of Cheongpyeong (청평댐) in 1944. The island named after a deceased General Nami (남이장군) who is falsely accused for treason during the reign the seventh king of Joseon dysnasty. Since 1965 the island built up to be a nature and arts tourism spot.

Pulau nami adalah pulau berbentuk bulan sabit yang terletak di tengah sungai Bukhangang. Pulau ini terbentuk sebagai efek dari pembangunan bendungan Cheongpyeong (청평댐) pada tahun 1944. Pulau ini mengambil nama dari seorang jenderal yang dihukum akibat tuduhan palsu akan pengkhianatan pada raja ketujuh dinasti Joseon, Jenderal Nami (남이장군). Sejak tahun 1965 pulau ini dibangun dengan tujuan untuk dijadikan tujuan wisata alam dan seni.

Untitled
half-moon shaped island

 

The island located in Gapyeong city, about 1,5 hours from Seoul. There were several way to go there: a shuttle bus from Insadong (23,000 KRW for round-trip bus and Nami entrance fee) or subway and transfer to bus to reach Gapyeong wharf (port to nami island; 4500 KRW subway round trip and 5,000 KRW for Gapyeong one day pass bus). We choose to go there in more adventurous way: subway-bus-and willing to try the famous zip line to cross to the island.

Pulau Nami merupakan bagian dari kota Gapyeong, sekitar 1,5 jam dari pusat kota Seoul. Ada beberapa cara untuk mencapai pulau Nami: shuttle bus dari Insadong (23,000 KRW untuk harga perjalanan bus bolak-balik dan harga tiket masuk pulau Nami) atau subway dilanjutkan bus untuk mencapai dermaga Gapyeong (pelabuhan menuju pulau Nami; 4500 KRW untuk tiket bolak-balik subway dan 5,000 KRW untuk tiket satu hari penuh bus kota Gapyeong). Kami memutuskan menggunakan rute perjalanan yang paling menantang: subway-bus-berniat dilanjutkan zip line menyebrang ke pulau Nami.

 

 

From Chungmuro station we took subway to Gapyeong station. It took about 1 hour and 45 minutes to get to Gapyeong station. We had to transit 3 times, here’s the subway map we took to go there.

Dari stasiun Chungmuro yang merupakan stasiun terdekat dari hotel kami menggunakan subway ke stasiun Gapyeong. Setelah 1 jam 45 menit perjalanan dan transit 3 kali akhirnya kami berhasil sampai di stasiun Gapyeong. Sejujurnya agak njelimet memang menggunakan subway ke sana, karena saat transit harus pindah jalur yang nggak selalu berdekatan. Tapi bahagianya aplikasi Korea subway juga menampilkan mesti transit ke jalur apa dan warna apa #inibukaniklanaplikasi. Ini gambaran jalur subway yang kita gunakan.

IMG_9093

 

Here is tips for you: you can visit both Nami Island and the petite france if you start in the morning and use the shuttle bus from Gapyeong station (not the one from Insadong). Do not forget to visit the tourists information center in front of Gapyeong station. You can get the shuttle bus schedule there and also several discount tickets. The man in tourist information center was so nice and helpful 😀

Sedikit tips untuk yang ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin di korea, terutama Gapyeong: Pulau Nami dan petite france bisa dikunjungi di hari yang sama. Demi efisiensi waktu baiknya mulai dari pagi-pagi banget dan shuttle bus dari stasiun Gapyeong (bukan yang dari Insadong loh yaaa, yang dari Insadong lebih ke arah one day tour Seoul-Nami-Seoul; tidak begitu saya rekomendasikan). Sampai di stasiun Gapyeong jangan lupa mlipir pusat informasi turis yang ada di depan stasiun Gapyeong. Tanya-tanya lokasi yang bagus dikunjungi hari itu apa (sesuai cuaca dan siapa tau lagi ada event/promo seru), saya sih nggak lupa minta tiket-tiket diskon di sana :p. Bapak-bapak yang jaga ramah banget kok 😀

 

 

We took the first shuttle bus leave for Gapyeong wharf. The Gapyeong wharf-nami island wire zip line cost 38,000 KRW including nami island entrance fee and the returning ship to the Gapyeong wharf). But since it was raining on the day we visited, the zip line closed 😦 so we just took the ship to nami (8,000 KRW for round trip and entrance fee). They call the entrance ticket as a “passport” since nami island played as another country called “republic of nami nara”. Just for fun of course.

Dari stasiun Gapyeong kami naik Gapyeong shuttle bus yang pertama menuju dermaga Gapyeong, jam 8 pagi. wire zip line untuk menyebrang dari dermaga ke pulau Nami harganya 38,000 KRW (harga termasuk “passport” pulau Nami dan tiket kapal untuk kembali ke dermaga Gapyeong). Wire zip line itu semacam flying fox menyebrangi sungai Bukhangang, jaraknya tempuhnya hampir 1km. Kebayangkan serunya kaya apa? Walaupun saya gatau pucetnya bakal kaya apa di atas nanti, cobain aja dulu. haha. Sayangnya, pas kita sampai di dermaga hujan deres banget dan ziplinenya nggak beroperasi kalau hujan deras 😦 ((mungkin Tuhan tau saya sebenernya takut banget. LOL)). Akhirnya kami naik jalur biasa, menyebrang dengan kapal. Harga tiket kapal 8,000 KRW untuk perjalanan bolak-balik, termasuk “passport” Nami. Mereka menyebut tiket masuk pulau Nami sebagai “passport” karena becandaannya Nami itu negara lain terpisah dari Korea. Kalau wajah anda mirip-mirip orang korea padahal bukan, tunjukin passport beneran anda biar dapet diskon foreigners. Kalau saya sih ketauan bangetlah ya bukan orang koreanya jadi langsung dikasih harga diskon, gak usah ngaku-ngaku mirip Song-Hye kyo deh!

IMG_9089

 

The nami island famous as a location for korean drama “winter sonata”. But even if you do not know the drama (like me) the island still so beautiful. The snowman is like the mascot of the island, also originating from winter sonata drama. We see the big snowman statue just after departing from the boat. Further inside, they had a snowman lining up using traditional clothes of different countries and write “thank you” in the language each snowman represented. I spotted Indonesian clothes with “terima kasih” written on it ;D

Pulau Nami terkenal akan lokasi drama Korea yang booming di tahun 2002, “winter sonata”. Tapi bagi yang nggak tahu drama itu sekalipun ((kaya saya)) Pulau Nami tetap bagus untuk dikunjungi. Boneka salju menjadi semacam maskot Pulau Nami, juga berasal dari adegan winter Sonata. Saat turun dari kapal kami disambut 2 patung manusia salju di gerbang depan Pulau Nami. Masuk lebih ke dalam, ada patung manusia salju berjejer disamping barisan pohon Pinus. Masing-masing patung boneka salju menggunakan baju adat berbagai negara lengkap dengan tulisan ucapan terima kasih dalam berbagai bahasa. Ada yang pakai baju adat Indonesia dengan tulisan “terima kasih” juga loooh ;D

IMG_9046

IMG_9073

 

 

The island has lots of attraction from walking path, ponds, museum, galleries, and play ground. But I think the most famous is the ginko tree walking path and winter sonata statue. Even though it was rainy day the island itself still enjoyable. When we visit they had a musical event there, unfortunately we do not have much time there since we want to go to the little france as well. Indeed Nami Island is my favorite place in Korea. Highly recommended to visit!

Ada banyak hal seru yang bisa dilakukan di Pulau Nami, ada banyak jalan dengan barisan pohon yang “negara 4 musim banget”, danau, museum, galleri, dan tempat bermain. Tapi yang paling terkenal sepertinya barisan pohon Ginko dan patung winter sonata. Saya dan teman saya mencoba menirukan gaya romantis berpengangan tangan patung tersebut, namun gagal menahan tawa .Meskipun hari hujan, pulau Nami tetap memberikan menarik untuk dikunjungi. Ada pertunjukan musik untuk umum di hari kita datang, namun kami tidak punya banyak waktu karena kami berniat mengunjungi “Little france” setelah ini. Pulau Nami merupakan destinasi favorite saya selama di Korea. Wajib banget dikunjungi kalau anda jalan-jalan ke Korea!

IMG_9081

 

Here is some link you might find usefull
Beberapa link yang dapat berguna

Samsung shuttle bus from Insadong (reservation needed) click here

Nami island tourism official website click here

Nami zip line official website click here

Advertisements